JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Setiap 25 November, Indonesia memperingati Hari Guru Nasional, sebuah momentum penting untuk menghormati para pendidik yang telah mengabdikan hidupnya demi mencerdaskan bangsa. Momen ini bukan sekadar seremoni, tetapi pengingat bahwa guru adalah pilar utama pembentukan karakter dan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
# Baca Juga :Meriahkan HUT ke-79 PGRI dan Hari Guru Nasional, PGRI Barito Utara Adakan Lomba Gerak Jalan
# Baca Juga :Momen Hari Guru Nasional, Pemprov Kalsel Lantik DKKS serta Pengurus IPSM 2023-2028
# Baca Juga :Ramaikan Hari Guru Nasional, Puluhan Siswa SMA 2 Kotabaru Suguhkan Tarian Flash Mob
Asal-Usul Hari Guru Nasional
Penetapan Hari Guru Nasional tidak bisa dipisahkan dari sejarah lahirnya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Tanggal 25 November dipilih karena bertepatan dengan hari berdirinya PGRI pada 25 November 1945, hanya beberapa bulan setelah Indonesia merdeka.
Pada masa itu, guru-guru di seluruh Indonesia menyadari perlunya wadah perjuangan bersama untuk memperkuat pendidikan nasional. Sebelum kemerdekaan, organisasi guru terdiri dari berbagai kelompok seperti PGHB, PGI, hingga organisasi kedaerahan dan berbasis agama. Semua kelompok tersebut kemudian bersatu dalam PGRI untuk menolak diskriminasi pada masa kolonial dan memperjuangkan kemerdekaan pendidikan.
Semangat perjuangan itu kemudian melahirkan penetapan Hari Guru Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994. Karena jatuh pada tanggal yang sama, peringatan ini juga menjadi hari ulang tahun PGRI.
Tema Hari Guru Nasional 2025
Peringatan tahun ini semakin istimewa dengan hadirnya dua tema yang diusung oleh dua kementerian:
Kemendikdasmen: “Guru Hebat, Indonesia Kuat”
Tema ini menegaskan peran guru sebagai ujung tombak pendidikan berkualitas. Guru diharapkan terus menghadirkan pembelajaran bermutu, memperkuat budaya keteladanan, serta menjadi agen transformasi ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.







