Pemprov dan Kemensos Perkuat Upaya Pengurangan Risiko Bencana di Kalsel

Lumbung sosial tersebut dilengkapi peralatan rumah tangga, peralatan posko, mesin senso, genset, hingga bantuan lauk-pauk, yang berfungsi sebagai pos pertama penanganan saat terjadi bencana.

Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Desa Kayu Rabah, Kecamatan Pandawan, HST pada 17–19 November 2025.

BACA JUGA: Pemprov Kalsel Apresiasi MTQ Suara Emas IX IPQAH di Balangan

Sebanyak 60 peserta mengikuti pelatihan dan simulasi bencana, serta dikukuhkan sebagai pengurus KSB. Bantuan lumbung sosial senilai Rp176 juta turut diserahkan untuk mendukung kesiapsiagaan masyarakat.

Achmadi menambahkan bahwa peserta dilatih menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing, mulai dari kesehatan, evakuasi, posko, pendataan, dapur umum, hingga Vertical Rescue.

Mereka juga mempraktikkan metode evakuasi menggunakan perahu karet, pendirian tenda, serta pengelolaan dapur umum lapangan. Seluruh tugas ini akan dijalankan berdasarkan SK kepala daerah untuk menghindari tumpang tindih saat bencana terjadi.

Saat ini di Kalimantan Selatan telah terbentuk 24 KSB, 46 lumbung sosial, serta 3 Kawasan Siaga Bencana. Achmadi berharap pembentukan KSB baru dapat memperkuat kesiapsiagaan, terutama di wilayah yang memiliki potensi kerawanan meski tidak sering mengalami bencana besar.

“Kita berharap bencana tidak terjadi, tetapi kesiapsiagaan tetap penting agar masyarakat siap dan terorganisir ketika situasi darurat muncul,” ujarnya.

Sumber: MC Kalsel