JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali, menegaskan bahwa setiap keputusan terkait penunjukan pelatih tim nasional Indonesia wajib melalui mekanisme resmi organisasi. Ia menyoroti pentingnya transparansi dan prosedur, terutama dalam pemilihan sosok yang akan memimpin skuad Garuda di berbagai kelompok usia.
Amali menjelaskan bahwa seluruh nama kandidat pelatih seharusnya dipresentasikan dan diputuskan melalui rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI, bukan oleh perseorangan. Hal itu ia sampaikan dalam wawancara dengan Kompas TV pada program Sapa Indonesia Malam.
# Baca Juga :Arkeolog Temukan Sarkofagus Romawi 1.700 Tahun di Budapest, Artefaknya Utuh dan Mewah
# Baca Juga :Resmi! Produser Pastikan Agak Laen 3 Siap Digarap, Petualangan Kuartet Komika Berlanjut ke Babak Baru
# Baca Juga :Ayah Tiri Diduga Jadi Dalang Penculikan Alvaro, Kakek Korban Syok dan Merasa Dikhianati
# Baca Juga :Jadwal Libur Desember 2025 Diungkap! Siswa SD–SMA Dapat Jatah Libur Panjang Hingga Dua Minggu, Orangtua Wajib Bersiap
“Pastinya Pak Mardji yang tahu karena beliau yang diberi amanat,” ujarnya. “Kita menerima hasil wawancara yang dilakukan Pak Mardji. Jadi Exco nanti akan menerima itu.”
Ia menekankan bahwa keputusan strategis dalam sepak bola nasional harus mengikuti aturan organisasi. “Diputuskan oleh Exco, bukan perorangan,” tegasnya.
Kritik Penunjukan Nova Arianto
Amali juga menyoroti penunjukan Nova Arianto sebagai pelatih Timnas U20 Indonesia yang diumumkan tanpa melalui rapat Exco. Menurutnya, keputusan tersebut mengejutkan karena langsung dikonferensikan kepada publik tanpa prosedur yang jelas.
“Misalnya tadi, Nova Arianto diputuskan menjadi Pelatih Timnas U20, kita kaget-kaget. Itu tidak lewat rapat Exco, tetapi sudah dikonperskan. Saya tidak tahu mekanisme apa yang dipakai,” katanya.
Ia menegaskan kembali bahwa aturan organisasi dibuat agar setiap keputusan besar memiliki legitimasi yang kuat. “Kenapa saya selalu menekankan mekanisme yang harus ditempuh? Karena itu memang aturan organisasi,” tambahnya.
Penunjukan Pelatih Timnas Senior Diminta Lebih Tertib
Belajar dari kasus tersebut, Amali berharap pemilihan pelatih tim nasional senior tidak mengulang kesalahan serupa. Ia meminta agar proses dilakukan sesuai ketentuan, termasuk sesi wawancara kandidat oleh Exco PSSI seperti yang pernah dilakukan pada era Mochamad Iriawan.







