BANJARMASIN, Kalimantanlive.com — Menjelang penutupan tahun, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan: sejumlah pelaku kejahatan siber dilaporkan menggunakan nama Bank Kalsel untuk menjalankan penipuan dengan modus “undian berhadiah”. Hadiah yang ditawarkan sangat menggoda — dari mobil, motor, barang elektronik, paket umrah, hingga uang tunai — padahal semuanya palsu.
Selama beberapa pekan terakhir, oknum penipu memanfaatkan berbagai jalur: telepon, pesan lewat WhatsApp, SMS, sampai akun media sosial palsu. Mereka meminta data pribadi nasabah — seperti PIN, OTP, nomor rekening, atau bahkan password mobile banking — dengan dalih pencairan hadiah. Yang lebih membahayakan: korban juga diarahkan untuk mengklik tautan mencurigakan, bahkan mengunduh aplikasi berisiko.
Kepada publik, Bank Kalsel lewat Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan, Firmansyah menegaskan bahwa semua informasi resmi terkait undian, promo, atau aktivitas bank hanya disampaikan melalui channel resmi berikut: website resmi, akun media sosial resmi (Instagram dan YouTube), serta Call Center resmi bank.
“Bank Kalsel tidak pernah meminta nasabah untuk memberikan data rahasia seperti PIN, OTP, password, maupun informasi sensitif lainnya — untuk alasan apapun, termasuk pengumuman undian atau hadiah,” tegas Firmansyah.
Bank pun mengingatkan: jika ada akun, pesan, atau panggilan yang mengaku dari Bank Kalsel tapi tidak dari kanal resmi — besar kemungkinan itu penipuan.
Bank Kalsel memberikan sejumlah panduan agar masyarakat terhindar dari jebakan penipuan:
-
Pastikan Anda hanya mempercayai informasi dari website resmi dan akun media sosial resmi Bank Kalsel (Instagram @bankkalsel / @bankkalselsyariah, kanal YouTube resmi, atau Call Center resmi).
-
Jangan pernah memberikan data sensitif — seperti PIN, OTP, password mobile banking, nomor rekening, atau data pribadi — kepada siapa pun yang mengaku sebagai perwakilan bank.
-
Waspadai tautan mencurigakan, permintaan download aplikasi asing, atau permintaan uang — ini sering menjadi modus “pencucian data” atau skimming.
-
Jika menerima panggilan/mensagem mencurigakan: abaikan, laporkan ke bank, atau lakukan verifikasi ulang melalui kontak resmi Bank Kalsel.
Bagi nasabah yang sudah terlanjur membagikan data, Bank Kalsel menyarankan untuk segera mengganti PIN transaksi dan melapor ke Call Center atau kantor bank terdekat.
Berbeda dengan metode lama, para pelaku kini menggunakan kombinasi teknik manipulasi psikologis dan teknologi: dari panggilan telepon palsu, akun media sosial fiktif, hingga pesan yang terlihat “resmi”. Bahkan, di era sekarang — dengan perkembangan kecerdasan buatan — potensi penyalahgunaan data makin tinggi.
Oleh karena itu, literasi digital dan kewaspadaan menjadi semakin penting agar masyarakat tak mudah terjerumus dalam janji “hadiah mewah” yang sesungguhnya hanya jebakan.
Bank Kalsel mengajak seluruh nasabah dan warga untuk bersama menjaga keamanan: jangan mudah tergiur hadiah instan, selalu konfirmasi informasi lewat kanal-resmi, dan hati-hati memberi data pribadi — terutama di masa akhir tahun seperti sekarang. Dengan kerjasama dan kewaspadaan, kita bisa mencegah kerugian dan melindungi keamanan perbankan bersama.
Kalimantanlive.com/Humas Bank Kalsel







