Gunung Api ‘Tidur’ 12.000 Tahun di Ethiopia Meletus Dahsyat, Abu Terbang hingga 4 Negara

KALIMANTANLIVE.COM – Gunung api Hayli Gubbi di timur laut Ethiopia meletus pada Minggu (23/11/2025) untuk pertama kalinya dalam hampir 12.000 tahun. Letusan mengejutkan ini memuntahkan kolom abu pekat setinggi 14 kilometer, sebagaimana dilaporkan Pusat Peringatan Abu Vulkanik Toulouse (VAAC).

# Baca Juga :BREAKING NEWS! Erupsi Gunung Semeru Meningkat, Khofifah Ingatkan Warga Ikuti Arahan Petugas

# Baca Juga :Gunung Semeru Erupsi Delapan Kali, Kolom Abu Capai 800 Meter

# Baca Juga :FAKTA-FAKTA! Gunung Semeru Muntahkan Lava Pijar Sejauh 2,5 KM, Status Masih Waspada!

# Baca Juga :GEGER! Sumber Air Aqua Jadi Sorotan, Ahli UGM Bongkar Fakta Ilmiah Soal Air Pegunungan vs Air Tanah Biasa

Gunung yang berada di wilayah Afar, sekitar 800 kilometer dari Addis Ababa dan dekat perbatasan Eritrea itu, berada di kawasan Lembah Celah Afrika Timur (East African Rift)—zona geologis aktif tempat dua lempeng tektonik bertemu. Keberadaannya di jalur ini membuat potensi aktivitas vulkanik selalu ada, meski gunung tersebut sangat lama tidak menunjukkan tanda erupsi.

Abu Vulkanik Menyebar ke Empat Negara

VAAC mencatat bahwa awan abu dari letusan Hayli Gubbi melintas jauh hingga ke Yaman, Oman, India, dan Pakistan bagian utara. Persebaran luas ini dipicu arus angin kencang di kawasan Afrika Timur dan Semenanjung Arab.

Video yang beredar di media sosial—meski belum terverifikasi—memperlihatkan kepulan asap putih pekat membubung dramatis ke langit. Erupsi ini disebut sebagai salah satu aktivitas vulkanik paling mencolok di kawasan Afar dalam beberapa dekade terakhir.

12.000 Tahun Tanpa Aktivitas, Kini Meletus

Gunung Hayli Gubbi memiliki ketinggian sekitar 500 meter. Menurut Smithsonian Institution melalui Program Vulkanisme Global, gunung ini belum menunjukkan aktivitas sejak awal Holosen, sekitar 12.000 tahun lalu.

“Hayli Gubbi tidak memiliki catatan letusan Holosen,” kata Simon Carn, profesor vulkanologi Universitas Teknologi Michigan, melalui platform Bluesky. Pernyataan ini menegaskan betapa langkanya peristiwa erupsi yang kini terjadi.