Kasus DBD Meledak di Bandung Barat: 1.501 Warga Terjangkit, 3 Meninggal, Kalsel Harus Waspada!

BANDUNG BARAT, KALIMANTANLIVE.COM – Memasuki puncak musim penghujan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami lonjakan signifikan. Hingga 21 November 2025, Dinas Kesehatan Bandung Barat mencatat total 1.501 warga terinfeksi, dengan tiga orang meninggal dunia. Kalsel harus waspada melihat tingginya kasus DBD di Bandung ini.

Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Kesehatan KBB, Nurul Rasihan, menyebut penyebaran DBD masih berlangsung masif di berbagai wilayah sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. “Polanya hampir sama, bahwa penyebaran DBD masih cukup masif. Kewaspadaan dan upaya pencegahan harus ditingkatkan,” ujarnya, Senin (24/11/2025).

# Baca Juga :Harga Emas Antam Hari Ini Tembus Rp 2,34 Juta/Gram, Investor Waspada!

# Baca Juga :Dua Remaja Tasikmalaya Tewas Usai Pesta Miras Oplosan, Warga Geger!

# Baca Juga :Gunung Api ‘Tidur’ 12.000 Tahun di Ethiopia Meletus Dahsyat, Abu Terbang hingga 4 Negara

# Baca Juga :Ratusan Ribu Pil Ekstasi Tersebar di Jalan Tol Lampung: Mabes Polri Lakukan Penyelidikan Besar-Besaran

Data Kasus DBD Bergerak Fluktuatif Sepanjang Tahun

Sejak Januari 2025, kasus DBD di KBB menunjukkan pola naik-turun.

Januari: 189 kasus

Februari: 152 kasus

Maret: 143 kasus

April: 130 kasus

Mei: 145 kasus

Juni: 123 kasus (1 meninggal)

Juli: 169 kasus

Agustus: 172 kasus (2 meninggal)

September: 149 kasus

Oktober: 129 kasus

Kenaikan kasus dikaitkan erat dengan perubahan cuaca. “Saat curah hujan mulai tinggi, populasi nyamuk Aedes aegypti cenderung meningkat. Ini sebabnya kasus DBD melonjak pada bulan-bulan tertentu,” jelas Nurul.

Cililin Jadi Episentrum Kasus, 235 Warga Terjangkit

Dari pemeriksaan sebaran wilayah, Kecamatan Cililin mencatat kasus terbanyak dengan 235 kasus. Disusul Cihampelas sebanyak 162 kasus dan Sindangkerta 132 kasus.

Distribusi berdasarkan jenis kelamin tercatat hampir seimbang:

Laki-laki: 798 kasus

Perempuan: 703 kasus

Sementara bila dilihat dari rentang usia, kelompok usia produktif mendominasi dengan 625 kasus, sementara anak usia 5–14 tahun berjumlah 358 kasus.