LAMPUNG, KALIMANTANLIVE.COM – Penemuan ratusan ribu pil ekstasi dari sebuah mobil yang mengalami kecelakaan di Tol Lampung masih menyisakan tanda tanya besar. Kasus yang sebelumnya ditangani Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung kini resmi diambil alih Mabes Polri untuk penyelidikan mendalam.
# Baca Juga :Kecelakaan, Mobil Kedapatan Bawa Ribuan Pil Ekstasi di Tol Lampung, Ditemukan Lencana Polisi
# Baca Juga :BNN DKI Gagalkan Peredaran 10 Kg Ganja, Sabu, dan Ekstasi
# Baca Juga :Dibekuk di Rumahnya, Pengedar Narkoba di Telaga Purun Simpan Sabu dan Ekstasi
# Baca Juga :Kenal di Medsos Jadi Buruh Lepas Jadi Kurir Narkoba, Polisi Amankan 60 Gram Sabu dan 40 Butir Ekstasi
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Yuni Iswandari, mengonfirmasi bahwa pengusutan perkara telah dipindahkan ke Mabes Polri sejak kasus tersebut mencuat ke publik, usai kejadian pada Kamis (20/11/2025) dini hari. “Untuk kasus mobil laka dengan pil ekstasi, perkaranya sudah diambil alih Mabes Polri,” ujar Yuni di Mapolda Lampung, Senin (24/11/2025).
Jumlah Ekstasi 194 Ribu Butir, Lebih Besar dari Estimasi Awal
Dari hasil pemeriksaan, jumlah pil ekstasi yang ditemukan dalam Nissan X-Trail berpelat D 1160 UN mencapai 194.631 butir—menjadi salah satu temuan terbesar di wilayah Sumatra dalam beberapa tahun terakhir. Angka ini jauh melampaui estimasi awal yang hanya sekitar 94 ribu butir.
Selain narkoba, ditemukan pula sejumlah barang yang memicu spekulasi, termasuk lencana Polri di dalam kendaraan. Mabes Polri kini menyelidiki asal-usul kendaraan, identitas pemilik, serta pengemudi yang tidak ditemukan di lokasi kejadian.
Awal Penemuan: Mobil Kecelakaan dan Pengemudi Hilang
Kasus bermula ketika anggota TNI bersama petugas patroli Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter) menemukan mobil Nissan X-Trail yang mengalami kecelakaan di Km 136B, arah Pelabuhan Bakauheni. Ketika upaya evakuasi dilakukan, pengemudi tidak berada di lokasi, membuat petugas melakukan penyisiran area sekitar.
Dalam proses tersebut, tim menemukan sebuah tas besar berwarna biru berisi lima tas lain yang di dalamnya terdapat 34 kantong penuh pil ekstasi. Temuan itu langsung memicu alarm penyelidikan mengingat jumlah barang bukti yang luar biasa besar dan kondisi mobil yang ditinggalkan tanpa jejak pengemudi.







