Dengan pertumbuhan kredit, pembiayaan, dan DPK, total aset BTN naik 10,79 persen yoy menjadi Rp503,48 triliun, meningkat dari Rp454,44 triliun pada Oktober 2024.
Sementara laba bersih mencapai Rp2,50 triliun, tumbuh 13,72 persen dibandingkan Rp2,20 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
BACA JUGA: OJK: Transmisi BI-Rate dan Belanja Nataru Dongkrak Kredit Konsumsi Akhir 2025
BTN juga tengah menyelesaikan proses aksi korporasi berupa pemisahan (spin-off) unit usaha syariah (UUS) untuk digabungkan ke bank umum syariah baru, PT Bank Syariah Nasional (BSN).
Nixon berharap entitas baru tersebut dapat mulai beroperasi pada Desember 2025 dan memperkuat pertumbuhan industri perbankan syariah nasional.
Sumber: Antaranews







