Ketegangan Memuncak! Jet Jepang Cegat Drone China di Dekat Taiwan, Ini Penyebabnya

KALIMANTANLIVE.COM – Situasi di Asia Timur makin panas! Kementerian Pertahanan Jepang mengumumkan pengerahan jet tempur setelah mendeteksi sebuah drone diduga milik China terbang di wilayah sensitif antara Jepang dan Taiwan, Senin (25/11/2025).

Insiden ini terjadi di tengah perselisihan diplomatik yang sudah berlangsung berminggu-minggu, terkait rencana Tokyo memperkuat pertahanan militernya di Pulau Yonaguni.

# Baca Juga :Beasiswa KOICA 2026: Kuliah Gratis di Korea Selatan, Tunjangan Hidup Rp 13 Juta/Bulan!

# Baca Juga :Realme P3 Lite 4G Resmi di Indonesia: Baterai Jumbo 6.300 mAh, Harga Cuma Rp 1 Jutaan!

# Baca Juga :Kalender 2026: Maret Jadi Bulan Libur Terbanyak, Total 7 Hari Beruntun!

# Baca Juga :Ucapan, Catatan dan Harapan Untuk Hari Guru Nasional Anggota DPRD Barito Utara H. Permana Setiawan

Drone China, Jet Jepang Bergerak

Drone terdeteksi melintas di antara Yonaguni dan Taiwan.

Pasukan Bela Diri Udara Jepang langsung mengirimkan pesawat untuk cegat.

Yonaguni jadi sorotan karena Tokyo berencana menempatkan sistem rudal di pulau tersebut.

China vs Jepang: Tuduhan Provokasi
Beijing menilai langkah Jepang sebagai provokasi militer.

Tokyo menegaskan rencana rudal bersifat defensif, bukan untuk menyerang negara lain.

Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi menegaskan rudal Type 03 Medium-Range Surface-to-Air hanya untuk menangkal ancaman udara.

Respons Taiwan & Amerika Serikat
Taiwan menyambut langkah Jepang, menyebutnya sebagai upaya menjaga keamanan Selat Taiwan.

China tetap menegaskan klaim atas Taiwan dan tidak menutup opsi penggunaan kekuatan.

Situasi makin kompleks setelah Presiden AS Donald Trump berbicara dengan Presiden China Xi Jinping, lalu juga berkomunikasi dengan PM Jepang Sanae Takaichi.

Tokyo menegaskan koordinasi erat dengan Washington, meski detail percakapan diplomatik tidak diungkap.

Geopolitik Memanas
Sejak 2016, Yonaguni sudah jadi pangkalan Pasukan Bela Diri Jepang. Kini, dengan rencana penempatan rudal baru, pulau kecil dekat Taiwan itu kembali jadi titik panas geopolitik Asia Timur.

(kalimantanlive.com/sumber lainnya)

editor : TRI