3. Mengurangi ketergantungan pada satu jenis bahan pangan, terutama beras, dengan mengenalkan lebih banyak pilihan pangan local.
4. Mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal anak, baik dari sisi fisik maupun kognitif.
5. Menumbuhkan karakter generasi emas yang peduli gizi, mandiri, serta memiliki gaya hidup sehat.
6. Menurunkan risiko stunting, anemia, serta berbagai masalah gizi lainnya.
7. Mengantarkan Indonesia menuju Generasi Emas 2045 yang unggul dan berdaya saing.
BACA JUGA: Bupati Andi Rudi Latif Buka MTQN Ke-21 Tanah Bumbu
Pada kesempatan itu, Bupati juga mengajak untuk membiasakan makan sayur dan buah setiap hari, memilih pangan lokal yang lebih variatif, mengurangi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta menghindari kebiasaan sarapan ala kadarnya. Karena, gizi baik adalah investasi masa depan, B2SA adalah kunci menuju prestasi.
Terkait dengan Sosialisasi B2SA di sekolah, pemerintah daerah berharap sekolah dapat menjadi tempat tumbuhnya budaya makan sehat, serta menjadi pusat pembelajaran gizi yang menyenangkan bagi para siswa.
Kalimantanlive.com/Desy








