VIRAL! Penambang Ilegal Tembak Anaconda Raksasa di Amazon, Warga Brasil & Aktivis Lingkungan Internasional Murka

AMAZON, KALIMANTANLIVE.COM – Sebuah insiden memilukan kembali mengguncang hutan Amazon setelah video penembakan seekor anaconda raksasa oleh sekelompok garimpeiro (penambang ilegal) viral dan memicu badai kemarahan publik. Kejadian ini berlangsung pada Jumat (3/10/2025) di kawasan terpencil yang selama ini dikenal rawan aktivitas penambangan ilegal.

# Baca Juga :Patung Bung Karno di Indramayu Ambruk di Leher, Viral Usai Diterjang Angin dan Kini Dibongkar demi Perbaikan

# Baca Juga :VIRAL! Sweet Seventeen di Banjarmasin Heboh Nasional: Hadiah Mobil, iPhone 17 Pro Max, hingga Sertifikat Usaha Gym Bikin Publik Kaget

# Baca Juga :VIRAL Facebook! Jackie Chan Dikabarkan Meninggal Dunia, Ternyata Gambar Hasil Rekayasa AI

# Baca Juga :Viral! Bocah 10 Tahun Disekap di Gudang Masjid Palembang, Dijebak dengan Iming-Iming Permen

Rekaman yang diunggah Portal CM7 Brasil memperlihatkan para garimpeiro mendekati ular raksasa itu dengan perahu di atas aliran sungai Amazon. Anaconda yang diperkirakan sepanjang 10 meter dengan berat sekitar 300 kilogram tersebut tampak pasif, tidak agresif, dan sama sekali tidak menunjukkan ancaman. Namun tanpa alasan jelas, salah satu pelaku melepaskan tembakan yang langsung mengenai tubuh reptil legendaris itu.

Hingga hari ini, Rabu (26/11/2025), aksi brutal tersebut langsung mencuri perhatian publik dunia. Video berdurasi lebih dari satu menit itu menyulut kemarahan warganet Brasil serta aktivis lingkungan internasional yang menyebut tindakan itu sebagai bentuk kekerasan yang tidak dapat dibenarkan.

Seorang ahli biologi kepada CM7 Brasil menegaskan bahwa anaconda merupakan spesies kunci dalam menjaga stabilitas ekosistem Amazon.

“Ini tindakan yang benar-benar tidak perlu dan sangat merusak terhadap salah satu spesies paling ikonik di Amazon,” ujarnya.

Peristiwa ini kembali membuka luka lama tentang maraknya deforestasi, perburuan satwa liar, dan aktivitas garimpo yang semakin merajalela. Para pegiat lingkungan memperingatkan bahwa tekanan terhadap keanekaragaman hayati semakin ekstrem akibat aktivitas destruktif yang tak kunjung dihentikan.