Eropa Pasang Tameng! Rencana Trump Rebut Aset Beku Rusia dari Brussels Dibalas Tandingan Sengit

KALIMANTANLIVE.COM – Gejolak baru mengguncang diplomasi global setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan rencana kontroversial: menggunakan miliaran euro aset Rusia yang saat ini dibekukan di berbagai negara Eropa demi kepentingan pemerintah dan korporasi Amerika Serikat.

Pernyataan yang disampaikan Trump usai memaparkan proposal “mengakhiri” perang Rusia–Ukraina itu sontak memicu respons keras dari para pemimpin Uni Eropa. Dalam usulannya, Trump menekan Ukraina untuk melepas sebagian wilayahnya dan memangkas kekuatan militer, sementara Eropa dipaksa menyodorkan alternatif agar stabilitas politik tidak meledak.

# Baca Juga :Penembakan Dekat Gedung Putih Guncang AS: 2 Garda Nasional Kritis, Pelaku Ditangkap Hidup-Hidup!

# Baca Juga :CURANG! Oxford University Tuai Badai Kritik: Peneliti Indonesia Tak Dicantumkan dalam Temuan Rafflesia hasseltii

# Baca Juga :Drama 5 Gol di Singapura: Persib Tumbang 2-3, Lolos 16 Besar ACL 2 Harus Ditunda!

# Baca Juga :Garuda Pertiwi Comeback Dramatis Bekuk Nepal 2-1: Aulia Jadi Penentu Kemenangan!

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengisyaratkan bahwa rencana itu masih sangat cair. “Setiap hari berubah tergantung masukan,” ujarnya usai sesi dialog dengan para pemimpin Eropa di sela KTT G20 Jenewa. Namun satu hal yang belum jelas adalah: apakah Eropa bisa mempertahankan kontrol atas aset yang mereka bekukan tersebut.

Aset Beku Rusia: Di Mana Bersemayam dan Berapa Nilainya?

Ketika invasi Rusia dimulai pada 2022, sekitar 300 miliar euro dana milik negara itu tersimpan di luar negeri dan langsung dibekukan sebagai bagian dari sanksi internasional. Aset itu mencakup:

Rekening bank

Surat berharga

Properti

Kapal pesiar mewah

Dan yang paling dominan—lebih dari separuhnya berada di Eropa, terutama di Belgia. Lembaga penyimpanan keuangan berbasis Brussels, Euroclear, saat ini menahan sekitar 180 miliar euro dari total aset beku tersebut.

Selama dua tahun terakhir, Eropa terus memperdebatkan bagaimana memanfaatkan aset itu: apakah bisa dipakai untuk membiayai rekonstruksi Ukraina atau menekan Rusia agar membayar ganti rugi. Namun keputusan selalu tertahan, termasuk ketika Belgia memveto skema “pinjaman reparasi” pada Oktober lalu karena khawatir mereka akan diminta Rusia mengembalikan dana itu di kemudian hari.

UE berencana menenangkan kekhawatiran Belgia dalam KTT Desember. Tetapi proposal Trump membuat peta permainan berubah drastis.

Isi Rencana Trump: AS Dapat Untung, Eropa Menanggung Risiko?

Dalam dokumen berisi 28 poin yang ramai diberitakan media internasional, Trump menyodorkan mekanisme sebagai berikut:

100 miliar dolar AS dari aset Rusia yang dibekukan akan dialihkan ke program rekonstruksi Ukraina di bawah komando AS.

AS mengambil 86 miliar euro pertama dari dana beku di Eropa, lalu memanfaatkannya agar pemerintah dan perusahaan AS meraup keuntungan.

Eropa diwajibkan mencocokkan kontribusi tersebut menggunakan uang pembayar pajak, bukan dari aset Rusia.

Sisa dana—lebih dari 200 miliar euro—akan ditempatkan dalam “kendaraan investasi gabungan” AS–Rusia.

Menurut analis geoekonomi ECFR, Agathe Demarais, rencana tersebut “menguntungkan tiga pihak: pemerintah AS, perusahaan AS, dan Rusia”, dengan Eropa justru terpinggirkan.