Penembakan Dekat Gedung Putih Guncang AS: 2 Garda Nasional Kritis, Pelaku Ditangkap Hidup-Hidup!

WASHINGTON DC, KALIMANTANLIVE.COM – Ibu Kota Amerika Serikat mendadak mencekam setelah insiden penembakan terarah terjadi hanya dua blok dari Gedung Putih, Rabu (26/11/2025) waktu setempat. Dua anggota Garda Nasional AS mengalami luka kritis, sementara pelaku berhasil ditangkap setelah baku tembak singkat.

Serangan Bersenjata di Tengah Pengetatan Pengamanan

# Baca Juga :BREAKING NEWS! Langit Kalsel & Kalteng Siaga Hari Ini: Hujan Petir Mengintai, Suhu Naik-Turun Tajam!

# Baca Juga :Garuda Pertiwi Comeback Dramatis Bekuk Nepal 2-1: Aulia Jadi Penentu Kemenangan!

# Baca Juga :Drama 5 Gol di Singapura: Persib Tumbang 2-3, Lolos 16 Besar ACL 2 Harus Ditunda!

# Baca Juga :CURANG! Oxford University Tuai Badai Kritik: Peneliti Indonesia Tak Dicantumkan dalam Temuan Rafflesia hasseltii

Insiden ini pecah di tengah eskalasi keamanan nasional setelah Presiden Donald Trump mengerahkan ribuan anggota militer untuk menangani kejahatan jalanan. Langkah kontroversial itu memaksa pasukan Garda Nasional berjaga di berbagai titik strategis Washington DC.

Direktur FBI, Kash Patel, mengonfirmasi kedua korban berada dalam kondisi kritis dan merupakan bagian dari program pengerahan militer yang diperintahkan langsung oleh Presiden Trump.

Sempat terjadi simpang siur informasi setelah Gubernur Virginia Barat, Patrick Morrisey, menyebut kedua tentara tewas. Namun pernyataan itu kemudian dikoreksi.

Pelaku Bertindak Terarah – Ditahan di Lokasi

Wali Kota Washington, Muriel Bowser, memastikan bahwa ini adalah penembakan terarah yang dilakukan oleh seorang pria bersenjata.

“Pelaku sudah ditahan,” tegas Bowser.

Presiden Trump yang sedang berada di klub golfnya di Florida merespons keras melalui Truth Social, menyebut pelaku sebagai “binatang”, dan menegaskan bahwa tersangka akan “membayar harga yang sangat mahal,” meskipun kondisi pelaku juga dilaporkan terluka parah.

Suasana Panik: Tembakan Meletus di Dekat Stasiun Metro

Seorang jurnalis AFP mendengar beberapa tembakan dan melihat warga berhamburan. Angela Perry (42), seorang pengemudi yang sedang melintas dengan dua anaknya, menggambarkan suasana penuh kepanikan.

“Kami sedang menunggu lampu merah, lalu beberapa tembakan terdengar,” katanya.
“Para tentara Garda Nasional berlari menuju stasiun metro dengan senjata terangkat.”

Area sekitar Stasiun Metro Farragut West, tak jauh dari Gedung Putih, langsung dipenuhi petugas bersenjata. Helikopter keamanan berputar-putar di atas kawasan, sementara tim medis darurat terlihat membawa korban berseragam kamuflase ke dalam ambulans.

Penambahan Pasukan & Polemik Hukum Menguat

Usai kejadian, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, mengumumkan tambahan 500 personel Garda Nasional, sehingga total pasukan di Washington DC mencapai 2.500 orang.