Tapanuli Utara Kritis: 53 Titik Longsor & Banjir, 2 Tewas, 17 Warga Hilang! Evakuasi Berlomba dengan Waktu

KALIMANTANLIVE.COM – Bencana banjir dan tanah longsor kembali mengguncang Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Hingga Rabu malam (26/11/2025), bencana dahsyat ini tercatat menerjang 53 titik lokasi dan menimbulkan korban jiwa serta belasan warga yang masih hilang.

Dua orang telah dinyatakan meninggal dunia, sementara 17 warga lainnya masih belum ditemukan. Situasi di lapangan digambarkan penuh lumpur, material kayu berserakan, dan tim gabungan terus bekerja dalam kondisi hujan ringan yang membuat lokasi semakin licin.

# Baca Juga :CURANG! Oxford University Tuai Badai Kritik: Peneliti Indonesia Tak Dicantumkan dalam Temuan Rafflesia hasseltii

# Baca Juga :Penembakan Dekat Gedung Putih Guncang AS: 2 Garda Nasional Kritis, Pelaku Ditangkap Hidup-Hidup!

# Baca Juga :Eropa Pasang Tameng! Rencana Trump Rebut Aset Beku Rusia dari Brussels Dibalas Tandingan Sengit

# Baca Juga :Erupsi Semeru Sapu Desa! Satu Rumah Justru Utuh, Tetangganya Luluh Lantak,! Netizen: “Masya Allah!”

Korban Tewas: Ayah & Anak Tertimbun Longsor saat Tidur

Kasi Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing, mengonfirmasi bahwa dua korban tewas berasal dari Desa Adiankoting, Kecamatan Adiankoting.

Mereka adalah:

Bangun Sitompul (53)

Rey Bastian Sitompul (1)

Rumah yang mereka tinggali tertimbun material longsor pada Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Istri Bangun, Betty Hutabarat (40), berhasil selamat namun mengalami luka-luka dan kini mendapat perawatan intensif.

17 Warga Masih Hilang: Desa Sibalanga Jadi Titik Terparah

Seluruh korban hilang tercatat berada di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting — kawasan yang disebut sebagai titik terdalam dan tersulit untuk dijangkau karena material longsor masih bergerak.

Lokasi Pertama (9 korban hilang):

Nerla Simanjuntak (52)

Sumiati (52)

Nur (40)

Ayu (35)

Amel (10)

Nenek (60)

Joksan Hutabarat (55)

Tiomina Simamora (54)

Indri Laura Hutabarat (14)

Lokasi Kedua (3 korban hilang):

Seri Hutagalung (60)

Jones Sitompul (32)

Bayi 6 bulan (nama belum diketahui)

Ketiganya diduga masih tertimbun di dalam rumah yang belum bisa dievakuasi karena tumpukan material mencapai beberapa meter.