“Riset menunjukkan bahwa anak dengan anemia defisiensi besi memiliki nilai kognitif, kemampuan motorik, hingga fokus yang lebih rendah. Ini dapat menghambat kesiapan belajar maupun capaian akademik,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pemenuhan zat besi penting sejak dini, dimulai dari masa ASI eksklusif hingga MPASI yang kaya zat besi. Kekurangan zat besi pada anak dapat dipengaruhi oleh:
BACA JUGA: Bukan Cuma Wortel! Ini 4 Makanan dengan Kandungan Vitamin A Lebih Tinggi
-
Asupan makanan yang minim zat besi
-
Penyerapan zat besi yang kurang optimal
-
Kehilangan darah akibat infeksi menahun
-
Risiko meningkat pada bayi prematur atau anak dari ibu dengan anemia
-
MPASI yang tidak memenuhi kebutuhan zat besi
Minuman seperti teh dan kopi serta makanan seperti cokelat mengandung tanin atau kafein yang dapat menghambat penyerapan zat besi, terutama bila dikonsumsi dekat waktu makan.
Sebaliknya, vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi secara signifikan. Susu pertumbuhan yang difortifikasi zat besi juga dapat membantu memenuhi kebutuhan harian.







