BANDA ACEH, Kalimantanlive.com – Sebanyak 119.988 jiwa terdampak banjir akibat curah hujan tinggi yang meluas melanda 18 kabupaten dan kota di Provinsi Aceh Nanggroe Darussalam yang terjadi sejak 18 hingga 27 November 2025. Sebanyak 20.759 jiwa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Kamis 27 November 2025, melaporkan banjir terjadi di 16 kabupaten dan kota yakni Pidie, Aceh Besar, Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Barat, Subulussalam, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Utara, dan Aceh Selatan) di Provinsi Aceh.
Sebagian besar kejadian masih dipicu oleh curah hujan tinggi, angin kencang, dan kondisi geologi labil yang berdampak pada banjir, tanah bergerak, serta tanah longsor.
BACA JUGA:ย Wali Kota Sibolga Hilang Kontak 3 Hari Usai Banjir-Longsor Mematikan, Akses Komunikasi Terputus Total
Informasi BPBA Banjir di Kabupaten Bener Meriah, satu orang dinyatakan hilang terseret arus ketika banjir bandang terjadi wilayah kecamatan Wih Pesam.
Teuku Zulman, warga asal Aceh yang kini tinggal di Jakarta, mengatakan tak bisa menghubungi keluarganya yang berdomisili di Kecamatan Langsa Baro dan Langsa Barat, Kabupaten Langsa.
๐จ Terrible scenes coming out of West Sumatra in Indonesia today due to flooding ๐๐ฎ๐ฉ
๐ Saniangbaka, Solok Regency pic.twitter.com/xG4ixcQTVc
— Volcaholic ๐ (@volcaholic1) November 27, 2025
Dilansir tempo.com, Zulman menuturkan, komunikasinya dengan sanak famili terputus pada Rabu, 26 November 2025 pukul 14.30 WIB akibat pemadaman listrik.
Hingga hari ini, dia tidak tahu bagaimana kondisi keluarganya di tengah banjir yang melanda kota tersebut. โAkses komunikasi ke Kota Langsa, Provinsi Aceh putus total sejak kemarin siang. Kabar terakhir, banjir terjadi hampir di sebagian besar wilayah Kota Langsa,โ kata laki-laki berumur 33 tahun itu saat dihubungi pada Kamis, 27 November 2025.
Pelaksana tugas atau Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh, Fadmi Ridwan, mengatakan bahwa sembilan kabupaten dan kota telah ditetapkan berstatus darurat bencana banjir atau hidrometeorologi. Menurut Fadmi, penetapan status tersebut dikeluarkan oleh masing-masing kepala daerah berdasarkan kondisi terkini yang melanda wilayah setempat.
โKabupaten yang telah menetapkan status darurat bencana hidrometeorologi yaitu Aceh Besar, Pidie, Aceh Utara, Singkil, Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Tengah, Aceh Tenggara, dan Aceh Barat,” kata Fadmi.







