Fenomena Langka Mengguncang Banyuwangi: Bayi Kambing Bermata Satu Lahir dan Meninggal Misterius, Warga Heboh

Terkait penyebab, Risa mengungkapkan dua faktor utama: kelainan genetik sejak masa embrio atau paparan zat teratogenik selama induk kambing tengah bunting. Zat teratogenik dapat berasal dari makanan tertentu yang berpotensi memicu cacat bawaan.

“Ini multifaktor. Bisa karena genetik, bisa juga induknya mengonsumsi zat teratogenik tanpa disadari. Kondisi ini tidak dapat diprediksi,” terangnya.

Dalam 18 tahun pengalamannya sebagai dokter hewan, Risa mengaku hanya menemukan tiga kasus cyclopia: dua pada kucing dan satu pada kambing, yakni Sehati. Ia menegaskan peluang hidup hewan dengan kelainan ini memang sangat kecil.

(kalimantanlive.com/sumber lainnya)

editor : TRI