Di tengah perkembangan zaman yang cepat, pendidik harus kreatif, inovatif, adaptif terhadap teknologi, dan peka terhadap kebutuhan peserta didik.
Ia juga menekankan bahwa motivasi tidak hanya diberikan kepada orang lain, tetapi juga harus dijaga dalam diri sendiri.
BACA JUGA: Gubernur Kalsel Apresiasi CRM Award VI, Tekankan Penguatan Peran Masjid bagi Pemberdayaan Umat
“Profesi pendidik tidak selalu mudah, penuh tantangan dan pengorbanan. Namun justru di situlah letak kemuliaannya. Melalui profesi ini kita menanam nilai, menanam semangat, bahkan menanam masa depan bagi generasi penerus,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Hadeli Rosyadi mengapresiasi kiprah UKM FKIP Mengajar ULM yang dinilai sebagai contoh nyata praktik pendidikan berbasis pengabdian.
“Organisasi ini telah turun langsung ke masyarakat, hadir di desa-desa, dan mendampingi anak-anak yang membutuhkan dukungan. Inilah pendidikan yang hidup, tidak hanya di ruang kelas tetapi juga di lapangan, di tengah masyarakat, di setiap tempat di mana harapan tumbuh,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan akan terus memperkuat sektor pendidikan melalui pembangunan sarana prasarana, peningkatan kualitas pembelajaran, serta penguatan kapasitas pendidik dan calon pendidik.
Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya berada di tangan pemerintah, melainkan juga ditentukan oleh kesiapan generasi muda.\







