3 Hari Dinyatakan Hilang, Walkot Sibolga ternyata Jalan Kaki 3 Hari Tembus Longsor Taput–Tapteng Demi Selamatkan Warga

KALIMANTANLIVE.COM – Kisah dramatis datang dari Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazri Penarik, yang akhirnya muncul setelah tiga hari tanpa kabar usai banjir dan longsor besar melanda wilayah utara Sumatera. Lewat unggahan Instagram pada Sabtu (29/11/2025), ia mengungkap perjalanan ekstrem yang ditempuhnya demi kembali ke Sibolga.

# Baca Juga :Banjir Besar Guncang Sumut, Dapur MBG Disulap Jadi Dapur Umum Selamatkan Warga

# Baca Juga :Tega! Dua Kakak-Adik di Bogor Kabur untuk Menyelamatkan Diri dari Ayah Tiri Bejad, Bertahun-tahun Dicabuli!

# Baca Juga :Duka di Batang Anai: 21 Jenazah Terseret Galodo, Sungai Padang Pariaman Jadi Saksi Kelam Banjir Maut!

# Baca Juga :Hong Kong Berkabung! 128 Tewas dalam Kebakaran Neraka Wang Fuk Court, 7 PMI Indonesia Jadi Korban!

Menurut Syukri, ia terjebak di daerah yang aksesnya lumpuh total. Jaringan telekomunikasi mati, jalan putus, dan medan berbahaya memaksanya menempuh jalur darat secara manual. Tidak hanya melewati jalur rusak, ia harus berjalan kaki selama tiga hari dua malam menembus Tapanuli Utara (Taput) hingga Tapanuli Tengah (Tapteng).

“Hari Jumat siang, alhamdulillah saya sampai di Sibolga dengan berjalan kaki 3 hari 2 malam,” ujarnya dalam unggahan tersebut.

Ia memulai perjalanan dari Parsikkaman, Taput, kemudian menembus Desa Naga Timbul di Tapteng, menuju Sibolga. Selama perjalanan tersebut, tidak ada satu pun titik yang memiliki sinyal sehingga ia tak bisa memberi kabar kepada pemerintah kota maupun keluarganya.

“Saya berusaha memberi informasi ke Kota Sibolga, tetapi tidak ada jaringan sama sekali,” katanya.

Setibanya di Sibolga, Syukri langsung bergerak cepat. Tanpa beristirahat panjang, ia menggelar rapat koordinasi dengan BNPB dari Jakarta untuk memastikan penanganan banjir-longsor dilakukan secara maksimal.

“Sampai Sibolga, saya langsung bekerja, rapat koordinasi dengan BNPB untuk menyelesaikan bencana di Kota Sibolga,” tulisnya.

Kisah perjalanan ekstrem ini menjadi gambaran betapa beratnya kondisi di wilayah terdampak, sekaligus menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani bencana.

(kalimantanlive.com/berbagai sumber)

editor : TRI