JAKARTA, Kalimantanlive.com — Banyak orang menikmati aktivitas membuat roti di rumah, namun tak jarang hasilnya justru tidak sesuai harapan. Salah satu masalah paling umum adalah roti yang tidak mengembang dan bertekstur keras.
Padahal, pengembangan adonan merupakan kunci untuk menghasilkan roti yang lembut dan empuk.
BACA JUGA: 5 Makanan Penyebab Hipertensi yang Perlu Dihindari
Berikut enam penyebab utama adonan roti tidak mengembang, lengkap dengan cara mengatasinya:
1. Ragi Tidak Aktif
Ragi adalah komponen penting yang membuat adonan mengembang. Namun, ragi bisa kehilangan keaktifannya jika disimpan terlalu lama atau tidak benar.
Gunakan ragi yang masih baru, simpan dalam kulkas, dan cek tanggal kedaluwarsa. Ragi umumnya bertahan 4–6 bulan pada suhu ruang.
2. Penggunaan Garam Berlebihan
Garam membantu memperkuat adonan, tetapi jika berlebihan dapat menghambat kerja ragi.
Jangan letakkan garam langsung di atas ragi dan selalu ukur takarannya dengan tepat.
3. Kebanyakan Gula
Gula dapat menyerap cairan dalam adonan sehingga ragi kekurangan kelembapan untuk berkembang.
Untuk roti manis, beri waktu fermentasi lebih lama atau gunakan ragi khusus untuk adonan berkadar gula tinggi (osmotolerant yeast).







