Ia memaparkan bahwa kinerja simpul jaringan daerah dinilai melalui lima domain infrastruktur informasi geospasial: kebijakan, kelembagaan, teknologi, sumber daya manusia, serta data dan standar. Evaluasi dilakukan melalui platform SIMOJANG milik Badan Informasi Geospasial (BIG).
Saat ini, Simpul Jaringan Provinsi Kalimantan Selatan berada pada kategori Unggul, namun tetap berpotensi turun jika tidak dilakukan penguatan. Adapun kondisi simpul jaringan kabupaten/kota sebagai berikut:
BACA JUGA: Bappeda Kalsel Dorong Integrasi Data Geospasial untuk Perencanaan Pembangunan Daerah
- Unggul: Kota Banjarbaru
- Optimal: Kota Banjarmasin
- Berkembang: Tabalong, Tanah Bumbu, Hulu Sungai Selatan, Kotabaru
- Operasional: Tanah Laut, Barito Kuala, Tapin
- Terbangun: Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Balangan, Banjar
“Perkembangan ini menunjukkan komitmen daerah, namun penguatan masih diperlukan terutama pada kualitas SDM dan pemenuhan standar data geospasial,” ujarnya.
Kegiatan diseminasi juga menjadi langkah awal mempersiapkan perangkat daerah menghadapi pelaksanaan Rapat Koordinasi Pembangunan (Rakorbang) berbasis geospasial dan geotagging pada awal tahun mendatang.
“Kami fokus memperkuat pemahaman SKPD, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Ke depan, seluruh usulan program dan kegiatan akan berbasis geospasial dan geotagging untuk meningkatkan akurasi dan akuntabilitas,” tambahnya.







