“Kita semua tahu di daerah selatan ini daerah rendah, ada rawa lebak dan ada sebagian untuk penampungan air,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan ekskavator amphibi ini untuk melakukan normalisasi jalur anak sungai agar sektor pertanian di lahan rawa lebak bisa berfungsi secara maksimal.
“Jadi, pertanian di rawa lebak bisa berfungsi, minimal bisa satu kali panen agar tidak gagal panen,” ujar sosok yang akrab disapa H Fani ini.
Ia menegaskan bahwa pihaknya ingin memaksimalkan lahan rawa lebak seluas 3.000 hektare, sehingga dapat tambahan surplus pangan.
“Itulah progres yang akan kami lakukan, rancangan yang akan kami lakukan selama kepemimpinan saya,” tegas Bupati.
Kalimantanlive.com/ A Hidayat







