Tega! Dua Kakak-Adik di Bogor Kabur untuk Menyelamatkan Diri dari Ayah Tiri Bejad, Bertahun-tahun Dicabuli!

BOGOR, KALIMANTANLIVE.COM — Kasus memilukan kembali mengguncang Kabupaten Bogor. Dua remaja putri bersaudara asal Cibinong nekat melarikan diri dari rumah demi menyelamatkan diri. Setelah dua hari dinyatakan hilang, keduanya ditemukan selamat—namun fakta yang mereka ungkap membuat darah publik mendidih.

Kedua korban, masing-masing berusia 13 dan 11 tahun, mengaku kabur karena menjadi sasaran kekerasan seksual ayah tiri mereka. Perbuatan keji itu bahkan disebut telah berlangsung sejak tahun 2023.

# Baca Juga :Manchester United Dihadapkan pada Gugatan Perdata Kasus Pelecehan Seksual Lama

# Baca Juga :Achraf Hakimi Terancam 15 Tahun Penjara atas Dugaan Kekerasan Seksual

# Baca Juga :Gugatan Pelecehan Seksual terhadap PM Anwar Tetap Berlanjut, Pengadilan Tolak Kekebalan Hukum

# Baca Juga :Darurat Pelecehan Seksual! KemenHAM Siap Turun Tangan Lindungi Ojol Perempuan, Demo Akbar 205 Menggema

Berangkat ke Warung, Lalu Tak Pernah Kembali

Hilangnya kedua anak ini pertama kali disadari keluarga pada Senin (24/11), ketika keduanya berpamitan untuk membeli pelicin pakaian sebelum berangkat sekolah. Namun setelah berjam-jam, mereka tak kembali.

Pihak keluarga mencoba mencari ke berbagai tempat, namun tak membuahkan hasil. Laporan resmi pun dibuat ke Polres Bogor pada Selasa (25/11/2025).

Ditemukan Selamat, Tapi Membawa Luka yang Lebih Dalam

Upaya pencarian yang dilakukan Satreskrim Polres Bogor akhirnya membuahkan hasil. Pada Kamis (27/11), keduanya ditemukan di rumah kerabat ibu kandung mereka di Depok.

Namun kebahagiaan menemukan keduanya dalam keadaan selamat berubah menjadi amarah ketika penyebab sebenarnya terungkap.

Pengakuan Mengejutkan: Bertahun-tahun Dicabuli Ayah Tiri

Dalam pemeriksaan, kedua korban akhirnya menceritakan alasan mereka melarikan diri. Mereka mengaku menjadi korban pencabulan ayah tiri sejak 2023, dengan kejadian terakhir satu bulan sebelum mereka kabur.

AKP Anggi Eko Prasetyo, Kasat Reskrim Polres Bogor, membenarkan fakta tragis tersebut.

“Keduanya mengaku mengalami kekerasan seksual berulang yang dilakukan ayah tirinya. Mereka merasa terancam dan memilih pergi dari rumah untuk menyelamatkan diri,” ujarnya.