BANJIR MEMATIKAN THAILAND! 162 Orang Tewas, Pemerintah Dihujani Kritik, Dua Pejabat Langsung Dicopot

KALIMANTANLIVE.COM — Thailand kembali diterjang banjir bandang paling mematikan dalam satu dekade, menewaskan setidaknya 162 orang hingga Minggu (30/11/2025). Bencana dahsyat ini dipicu curah hujan ekstrem dan badai tropis yang menyapu kawasan Thailand selatan sejak 19 November.

Hujan 630 mm Hanya dalam Tiga Hari

# Baca Juga :Duka di Batang Anai: 21 Jenazah Terseret Galodo, Sungai Padang Pariaman Jadi Saksi Kelam Banjir Maut!

# Baca Juga :Banjir Besar Guncang Sumut, Dapur MBG Disulap Jadi Dapur Umum Selamatkan Warga

# Baca Juga :Banjir Meluas ke 18 Kabupaten dan Kota di Aceh, 119.988 Jiwa Terdampak, Puluhan Ribu Mengungsi

# Baca Juga :Rumah Dinas Gubernur Bobby Nasution, Kapolda Sumut, dan Pangdam Ikut Terendam, Medan Darurat Banjir!

Pusat Operasi Air Pintar Departemen Irigasi Kerajaan mencatat 630 mm curah hujan di Songkhla dalam periode 19–21 November—melampaui rekor banjir besar Hat Yai tahun 2010 yang mencapai 428 mm.
Musim hujan yang seharusnya berlangsung Juni–September makin brutal akibat perubahan iklim yang memperpanjang durasi badai dan meningkatkan intensitas hujan.

Pemerintah Diserang Kritik: Penanganan Dinilai Lamban

Gelombang kritik datang dari oposisi dan warga. Pemerintah dinilai salah memperkirakan situasi sehingga gagal bertindak cepat.

Warga Hat Yai bernama Amphorn Kaeohengkro (44) mengaku 48 jam menyelamatkan diri di atas meja dan mesin cuci di lantai dua rumahnya saat banjir merendam kota setinggi beberapa meter.
Hat Yai bahkan mencatat curah hujan 335 mm dalam sehari—tertinggi dalam 300 tahun.

PM Thailand Anutin Charnvirakul mengakui kekurangan pemerintah. Ia meminta maaf kepada warga dan menyebut pemerintah terus menyalurkan bantuan, termasuk kompensasi hingga 2 juta baht bagi keluarga korban meninggal.

Dua Pejabat Dicopot: Kepala Distrik Hilang Saat Krisis

Kemarahan publik memuncak setelah pemerintah mengumumkan pencopotan dua pejabat penting:

Eak Young-Apai Na Songkhla, Kepala Distrik Hat Yai

Kepala Kepolisian Hat Yai

Eak dicopot karena “tidak dapat ditemukan” selama krisis banjir dan tak bisa dihubungi sejak 22 November. Bawahannya juga tidak dapat berkomunikasi dengannya sehingga penanganan lambat.