Keberhasilan mereka menjadi contoh nyata bagaimana bahan alam dapat diolah menjadi karya berkualitas dan memiliki pasar yang kuat.
Selama kunjungan, para perajin disambut pengelola galeri yang berbagi cerita perjalanan usaha mereka, mulai dari tahap awal merintis hingga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
BACA JUGA: Layanan MPP Balangan Mulai Dibuka, Peresmian Ditargetkan Pertengahan Desember
Peserta juga mendapat kesempatan menyaksikan langsung proses produksi, mulai dari pemilihan bahan baku, teknik pengeringan dan pewarnaan alami, hingga pembuatan desain modern yang tetap mempertahankan nuansa tradisional.
Selain teknik produksi, peserta memperoleh wawasan mengenai strategi pemasaran, termasuk pentingnya branding dan pemanfaatan media sosial seperti Instagram dan Facebook untuk memperluas jangkauan pasar.
“Melihat langsung Galeri Kembang Ilung mengelola produk mereka membuat kami semakin yakin purun dan eceng gondok memiliki nilai ekonomi tinggi. Dengan kerja keras dan kreativitas, kami juga bisa seperti mereka,” kata Ayu, salah satu peserta studi tiru.
Dalam sesi praktik, peserta turut mencoba membuat produk sederhana seperti sedotan purun dan sandal hotel dari eceng gondok.







