Lesu di Pasaran, iPhone Air Picu Produsen China Hentikan Proyek Ponsel Ultra-Tipis

JAKARTA, Kalimantanlive.com — Penjualan iPhone Air yang jauh di bawah ekspektasi berdampak besar pada industri ponsel Asia. Rendahnya minat konsumen membuat sejumlah produsen besar asal China menghentikan atau menunda pengembangan ponsel ultra-tipis yang terinspirasi dari perangkat Apple tersebut.

Dilansir dari Macrumors, sejak rilis pada September, iPhone Air tidak memenuhi target penjualan sehingga Apple memangkas produksi dan pengiriman.

BACA JUGA: Penjualan Lesu, Apple Pangkas Produksi iPhone Air hingga 80 Persen

Foxconn bahkan membongkar seluruh lini produksi iPhone Air, sementara pemasok lainnya, Luxshare, menghentikan produksi sejak akhir Oktober.

Situasi ini memengaruhi rencana kompetitor seperti Xiaomi, Oppo, hingga Vivo. Mereka semula menyiapkan model ultra-tipis yang mengadopsi solusi eSIM seperti iPhone Air, namun proyek-proyek tersebut kini dihentikan atau ditunda. Kapasitas eSIM yang telah dialokasikan pun dialihkan ke produk lain.

Xiaomi disebut tengah menyiapkan “model Air versi mereka” untuk bersaing langsung dengan Apple, sementara Vivo menargetkan desain ultra-tipis untuk lini kelas menengah seri S.

Namun, kedua proyek itu dikabarkan dibatalkan tanpa pernyataan resmi dari perusahaan.

Apple awalnya menjadikan iPhone Air sebagai inovasi terbesar sejak iPhone X (2017). Demi mencapai ketebalan hanya 5,6 mm, Apple harus mengorbankan kapasitas baterai dan jumlah kamera belakang.