BANGKOK, KALIMANTANLIVE.COM — Gelombang bencana monsun yang menghantam Asia Tenggara kembali menelan korban besar. Thailand kini berada dalam posisi darurat setelah banjir terparah dalam 10 tahun terakhir menewaskan sedikitnya 162 orang. Pemerintah setempat langsung mengumumkan kompensasi besar-besaran hingga 2 juta baht atau sekitar Rp 1 miliar bagi setiap keluarga korban meninggal.
Bencana ini sekaligus memperparah kondisi regional, setelah Indonesia dan Malaysia juga dilanda banjir masif yang membawa korban ratusan jiwa.
# Baca Juga :Ular Ternyata Bisa “Terbang” hingga Berakrobat, Inilah Rahasia di Balik Gerakan Paling Ekstrem di Dunia!
# Baca Juga :BANJIR MEMATIKAN THAILAND! 162 Orang Tewas, Pemerintah Dihujani Kritik, Dua Pejabat Langsung Dicopot
# Baca Juga :Prabowo Terbang Pagi-Pagi ke Sumut: Tinjau Banjir Tapanuli Tengah dengan Helikopter Kepresidenan
# Baca Juga :EV 7-Seater Siap Guncang Pasar Indonesia: VinFast Bidik Segmen Keluarga, Entry-Level Masih Kosong!
Indonesia Belum Pulih: Korban Tembus 442 Jiwa, 402 Masih Hilang
Dampak paling mematikan terjadi di Indonesia, terutama di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
442 orang telah meninggal, sementara 402 lainnya masih hilang. BNPB juga mencatat 646 korban luka-luka.
Dua daerah di Sumut—Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga—masih terisolasi. BNPB mengerahkan dua kapal perang dari Jakarta yang dijadwalkan tiba di Sibolga, Senin (1/12/2025), untuk mempercepat evakuasi dan distribusi bantuan.
Di Nagari Sungai Nyalo, air mulai surut namun wilayah berubah menjadi lautan lumpur. Rumah, kebun, dan kendaraan tertimbun material banjir. Warga mengatakan akses jalan masih tertutup dan bantuan belum mencapai lokasi.
Thailand Berduka: 162 Orang Tewas, Pemerintah Lakukan Pemulihan Total
Thailand menghadapi salah satu bencana banjir paling mematikan dalam satu dekade.
Juru Bicara Pemerintah Thailand, Siripong Angkasakulkiat, menyatakan bahwa PM Anutin Charnvirakul memerintahkan percepatan pemulihan khususnya di wilayah Hat Yai, Songkhla—salah satu pusat aktivitas ekonomi selatan Thailand.
Pemerintah telah merancang delapan langkah pemulihan utama, termasuk:
Bantuan langsung untuk warga terdampak
Dukungan bagi pelaku usaha
Pembersihan area kritis
Kompensasi maksimal 2 juta baht (Rp 1 miliar) untuk keluarga korban tewas







