“Kalau tidak dikenal, mereka tidak mau buka barang. Mereka curiga kalau itu intel. Jadi memang sulit ditembus,” jelasnya.
Dia mengatakan, untuk menyelesaikan masalah narkoba tidak bisa sendiri-sendiri tetapi diperlukan gerak bersama dan peduli terhadap lingkungannya.
Oleh sebab itu, kata dia, Pemkab Kotim bergerak dari sisi kebijakan, tokoh agama dan masyarakat dari sisi pembinaan, sementara Polri dan BNNK dari sisi penindakan,” pungkasnya. (*)
Kalimantanlive.com / Pathrur
EDITOR : Pathurrachman







