PARINGIN, Kalimantanlive.com – Memasuki awal Desember, curah hujan di Kabupaten Balangan menunjukkan peningkatan signifikan. Intensitas hujan yang lebih sering terjadi dalam sepekan terakhir menjadi tanda dimulainya puncak musim hujan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan, H Rahmi, menjelaskan bahwa curah hujan di beberapa wilayah tercatat berada pada kisaran 100–150 milimeter per dasarian, sementara kawasan hulu dan tengah mencapai 150–200 milimeter.
BACA JUGA: Kuatkan Peran Kader IMP dan Penyuluh KB, DP3AP2KBPMD Balangan Gelar Pelatihan Public Speaking
Ia menerangkan, dasarian merupakan periode pengukuran hujan selama 10 hari, sementara satuan milimeter menunjukkan jumlah curah hujan yang turun.
“Hujan diperkirakan turun empat sampai enam hari dalam sepekan. Ini termasuk kategori tinggi, tapi belum ekstrem,” jelasnya.
Meski belum mencapai level ekstrem, intensitas hujan yang berulang tetap berpotensi menimbulkan gangguan. BPBD mengingatkan potensi genangan, peningkatan debit sungai, hingga longsor skala lokal di kawasan perbukitan.
“Kami imbau warga selalu memantau lingkungan, terutama mereka yang tinggal di bantaran sungai dan lereng Meratus,” ujar Rahmi.
Ia juga menanggapi kekhawatiran masyarakat setelah terjadinya banjir bandang di Medan, Padang, dan Aceh.







