Curah Hujan Naik, BPBD Balangan Peringatkan Potensi Banjir dan Longsor di Sejumlah Titik

Rahmi menyebut, Balangan memang memiliki potensi banjir bandang, namun cakupannya bersifat lokal karena dipengaruhi oleh kontur Pegunungan Meratus dan banyaknya aliran sungai kecil yang cepat meluap saat hujan turun berturut-turut.

“Risiko itu ada, khususnya di wilayah hulu sungai dan lereng curam. Tidak sebesar kasus di daerah lain, tetapi tetap harus diwaspadai,” tegasnya.

BACA JUGA: BPBD Balangan Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana dan Momen Nataru 2026

Sejumlah wilayah di Balangan pun telah dipetakan sebagai daerah rawan. Untuk potensi banjir bandang, kawasan seperti Simpang Nadung, Kembang Kuning, dan Uyam di Kecamatan Tebing Tinggi, lalu Marindi, Putat Basiun, Bihara Hilir di Awayan, beberapa titik hulu di Halong, hingga kantong sungai kecil di Batumandi menjadi perhatian BPBD.

Sementara banjir besar atau banjir kiriman dari hulu berpotensi melanda Paringin, Paringin Selatan, Lampihong, dan Juai.

“Mulai awal Desember sampai puncak musim hujan, daerah-daerah ini harus memperkuat kesiapsiagaan,” kata Rahmi.

BPBD juga mengeluarkan imbauan kepada warga untuk mengamankan barang penting, memantau ketinggian air secara berkala, dan menghindari aktivitas di sungai, jembatan gantung, serta kawasan rawan longsor saat hujan deras. Pemerintah desa diminta memastikan jalur evakuasi dan titik kumpul selalu siap digunakan.