JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bergerak cepat merespons dampak berat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, mengumumkan pengerahan tiga tim pendampingan krisis ke tiga provinsi terdampak guna memperkuat layanan medis yang tengah terganggu.
Selain itu, Kemenkes juga langsung mengaktifkan Klaster Kesehatan dan Health Emergency Center (HEOC), serta memasang perangkat internet Starlink untuk memastikan komunikasi tetap berjalan lancar di lapangan.
# Baca Juga :Viral Aksi “Penjarahan” Saat Banjir Sumatera: Psikolog Ungkap Fakta Mengejutkan soal Survival Instinct Korban
# Baca Juga :Terungkap Identitas Asli Buron Sabu Rp 5 Triliun: “Dewi Astutik” Ternyata Paryatin dari Ponorogo!
# Baca Juga :Toyota Kijang Innova Reborn ‘NEW’ Resmi Meluncur: Tampang Segar, Fitur Naik Kelas, Harga Tetap Menggoda!
# Baca Juga :Detik-Detik Menkeu Purbaya Kesulitan Jajal Moge Patwal Miliaran: “Berat Banget, Mending Motor Bebek!”
Untuk layanan kesehatan esensial, tiga tim cadangan Emergency Medical Team (EMT) juga telah diturunkan:
EMT PKK Regional Sumbar
EMT PKK Regional Sumut
EMT Dinkes Aceh
Tidak hanya menangani layanan medis umum, Kemenkes juga membuka akses pendampingan psikologis bagi korban bencana. Di Sumatera Barat, 13 titik layanan kesehatan dibuka bersama organisasi profesi—mulai dari pelayanan umum, konsultasi psikologi, hingga pendampingan menyusui bagi ibu dan bayi.
Penguatan Rujukan Rumah Sakit
Kemenkes juga menyiapkan EMT dari rumah sakit vertikal, termasuk:
RSUP Adam Malik
RSCM
RSUP M Djamil Padang
RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar







