ACEH UTARA, KALIMANTANLIVE.COM – Bencana banjir hebat yang melanda Aceh Utara memasuki hari ke-12 tanpa kehadiran seorang pun menteri dari Kabinet Merah Putih. Situasi semakin mengkhawatirkan, memicu seruan keras dari Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, yang meminta Presiden Prabowo Subianto turun tangan segera.
Hingga Rabu (3/12/2025) pukul 12.00 WIB, jumlah korban mencapai 121 orang meninggal dan 109 lainnya masih dinyatakan hilang. Banyak jenazah yang belum berhasil dievakuasi karena akses terputus dan keterbatasan tenaga penyelamat.
# Baca Juga :Curah Hujan Naik, BPBD Balangan Peringatkan Potensi Banjir dan Longsor di Sejumlah Titik
# Baca Juga :Viral Aksi “Penjarahan” Saat Banjir Sumatera: Psikolog Ungkap Fakta Mengejutkan soal Survival Instinct Korban
# Baca Juga :Korban Banjir Sumatera Meledak Jadi 604 Jiwa: BNPB Ungkap Lonjakan Tragis di Tiga Provinsi
# Baca Juga :Prabowo Gegerkan Pengungsian Banjir: Janji Sikat Habis “Maling Negara” demi Rakyat
“Kami mohon pemerintah pusat dan seluruh rakyat Indonesia bantu Aceh Utara. Selain Basarnas, belum ada kehadiran dari pusat. Rakyat saya kelaparan, jenazah belum diambil. Tolong kami,” ujar Ismail dengan suara bergetar.
Situasi yang kian genting membuatnya mempertanyakan absennya pejabat pusat.
“Ada yang bilang banjir tidak parah, padahal kami yang di lapangan melihat sendiri bagaimana rakyat kami tersiksa. Saya mohon, jangan biarkan kami berjuang sendirian. Rakyat saya tidak punya apa-apa lagi,” tegasnya.
Dana darurat daerah hampir habis. Bantuan kebutuhan pokok telah dibagikan semampu mungkin, namun wilayah banjir yang sangat luas membuat distribusi tidak merata.
“Rakyat saya tinggal dengan baju yang melekat. Rumah hancur, harta hilang. Banyak yang mulai sakit. Semua kekuatan daerah sudah kami kerahkan, tapi kami tidak mampu menjangkau seluruh titik yang terisolasi,” ujarnya.







