JAKARTA, Kalimantanlive.com – Amerika Serikat melancarkan 21 serangan terhadap kapal-kapal asal Venezuela yang diduga mengangkut narkoba di wilayah Laut Karibia dan Pasifik. Operasi ini bertujuan mencegah penyelundupan narkotika ke wilayah AS.
Pentagon melalui Juru Bicara Kingsley Wilson menyatakan bahwa serangan tersebut menewaskan 82 orang yang dianggap terlibat dalam aktivitas penyelundupan.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menambahkan bahwa operasi antinarkoba di Karibia dan Pasifik Timur kembali dilanjutkan setelah sebelumnya terhenti karena kesulitan melacak kapal-kapal target sejak awal operasi pada September.
Hegseth menyebut Presiden Donald Trump telah memberikan izin bagi militer untuk menindak kapal-kapal yang dicurigai membawa narkoba di perairan lepas pantai Venezuela.
Namun, langkah ini memicu kritik dari sejumlah anggota parlemen AS yang menilai pemerintah menggunakan isu pemberantasan narkoba sebagai alasan untuk melakukan serangan sepihak.
Sejumlah lembaga HAM internasional dan negara-negara di Amerika Latin juga mengecam operasi tersebut, menilai tindakan itu sebagai bentuk eksekusi tanpa proses hukum yang sah.
Sumber: Fajarharapan.id







