Menurut Gita, ketidakseimbangan ini memperkecil fairness kompetisi.
“Seharusnya adil. Tim unggulan malah dapat jeda lebih panjang dibanding tim lain,” tegasnya.
Dengan jadwal singkat, catatan sejarah negatif, serta hanya dua pertandingan penentu, perjalanan menuju semifinal disebut sebagai rintangan besar. Meski begitu, Gita tetap memberi suntikan optimisme: Indonesia bisa lolos sebagai juara grup bila tampil optimal di dua laga kunci tersebut.
(kalimantanlive.com/sumber lainnya)
editor : TRI







