KALIMANTANLIVE.COM — Rasa duka menyelimuti jajaran kepolisian setelah Reno, anjing pelacak K-9 andalan Polda Riau, dinyatakan gugur saat menjalankan misi kemanusiaan di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Reno, yang dikenal sebagai spesialis SAR, bekerja tanpa henti menyisir reruntuhan dan area terdampak bencana selama berhari-hari. Medan ekstrem dan kelelahan berat akhirnya membuat kondisinya menurun drastis hingga tak dapat diselamatkan.
#baca juga:Jakarta Siapkan Pesta Tahun Baru 2026 di Banyak Titik, Bundaran HI Jadi Pusat ‘Laut Manusia’
#baca juga:BADAI MENUNGGU Timnas U22 di SEA Games 2025: “Dua Laga Penentu, Tak Ada Tempat untuk Salah!”
“Prajurit” Kemanusiaan yang Setia Hingga Akhir
Reno bukan sekadar anjing pelacak biasa. Ia terlibat dalam berbagai operasi besar, mulai dari longsor, banjir, hingga evakuasi kecelakaan. Ketangguhannya menjadikannya salah satu ujung tombak tim SAR Polri di berbagai daerah.
Misi di Agam menjadi pengabdian terakhirnya.
Dimakamkan dengan Penghormatan Kedinasan
Sebagai bentuk penghormatan, tubuh Reno diselimuti bendera Merah Putih sebelum dimakamkan secara kedinasan. Upacara sederhana namun sarat emosi digelar untuk melepas sosok yang selama ini menjadi mitra penting anggota SAR di lapangan.







