KALIMANTANLIVE.COM — Warga Kabupaten Pringsewu, Lampung, dikejutkan dengan kemunculan buaya berwarna terang—diduga buaya putih—di aliran Sungai Way Sekampung. Video penampakan itu viral sejak Sabtu (29/11/2025) dan langsung memicu kegemparan di media sosial.
Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunus Saputra memastikan pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi, termasuk sosok penting: Kosaini, juru kunci makam Pekon Panggungrejo, yang menjadi salah satu saksi kunci penampakan.
#baca juga:HARU NASIONAL! Anjing Pelacak Reno Gugur di Misi SAR Agam, Dimakamkan Layaknya Pahlawan
#baca juga:BADAI MENUNGGU Timnas U22 di SEA Games 2025: “Dua Laga Penentu, Tak Ada Tempat untuk Salah!”
#baca juga:Jakarta Siapkan Pesta Tahun Baru 2026 di Banyak Titik, Bundaran HI Jadi Pusat ‘Laut Manusia’
“Beberapa warga mengaku pernah melihat buaya di lokasi. Kosaini menyebut melihat buaya sekitar September lalu, namun tidak sempat merekam,” ujar Yunus, Rabu (3/12/2025).
Warga Akui Warna Buaya Lebih Terang dari Biasanya
Dua warga Pekon Mataram, Septa dan Suparni, mengaku tidak hanya melihat buaya tersebut, tetapi juga sempat merekamnya dua bulan lalu. Panjang tubuhnya diperkirakan sekitar 1,5 meter dengan warna abu-abu cerah.
Kesaksian serupa datang dari Tulus, yang melihat buaya itu pada Sabtu (29/11) dan Minggu (30/11) saat memancing. Ia menegaskan warna predator itu jauh lebih terang dari buaya pada umumnya.
Meski begitu, Kepala Pekon Panggungrejo Induk, Supartono, menyatakan belum ada laporan serangan terhadap warga.
Aksi Cepat: Pemasangan Spanduk & Patroli Rutin
Merespons keresahan masyarakat, pemerintah desa bersama kepolisian langsung bergerak:
Memasang spanduk peringatan di sepanjang bantaran sungai
Menjalankan patroli rutin
Memberikan imbauan langsung kepada warga
“Kami mengimbau warga menjauh dari sungai pukul 14.00–17.00 WIB, waktu yang dinilai paling rawan kemunculan buaya,” tegas Yunus.
Polres Pringsewu juga berkoordinasi dengan BPBD dan instansi terkait demi memastikan keselamatan warga.
Apa Penyebab Buaya Bisa Berwarna Putih?
Fenomena buaya putih biasanya dipicu dua kelainan genetik langka:







