DPKP Kalsel Evaluasi Program 2025, Tekankan Pentingnya Edukasi Penyimpanan Benih Petani

BANJARBARU, Kalimantanlive.com – Menjelang akhir 2025, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel mulai mengevaluasi pelaksanaan program sektor tanaman pangan sebagai dasar penyusunan rencana kerja 2026.

Kepala Bidang Tanaman Pangan DPKP Kalsel, Rahmawati, menyampaikan bahwa evaluasi akhir tahun penting untuk melihat capaian sekaligus kendala yang terjadi. Salah satu fokus utama adalah tata cara penyimpanan benih oleh petani.

BACA JUGA: DPKP Kalsel Gelar GPM di Permukiman Guntung Payung untuk Tekan Inflasi dan Stabilkan Harga Pangan

Ia menyebutkan, benih yang disalurkan pemerintah sebenarnya berkualitas baik, namun kerusakan masih sering terjadi karena penyimpanan yang tidak tepat di lapangan.

“Masih banyak petani menunda tanam karena olah tanah dan cuaca. Selama menunggu, benih disimpan sembarangan—kena panas, hujan—sehingga kualitasnya turun,” jelasnya.

Hal ini membuat DPKP menilai perlunya sosialisasi atau bimbingan teknis terkait penyimpanan benih, baik melalui pelatihan maupun pendampingan penyuluh pertanian.

Temuan lapangan sepanjang 2025 akan menjadi dasar penyusunan program 2026, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi petani, efisiensi penyaluran benih, dan mitigasi risiko iklim.

“Kita pastikan program tahun depan benar-benar menjawab kebutuhan petani,” tutup Rahmawati.

Sumber: MC Kalsel

News Feed