JAKARTA, Kalimantanlive.com – Pemerintah terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional dengan menggelontorkan Rp7 triliun insentif dalam dua tahun terakhir untuk menarik investasi global di sektor otomotif.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa berbagai insentif tersebut telah mendorong sejumlah produsen dunia membangun atau menambah pabrik di Indonesia.
BACA JUGA: Jaecoo: Mobil Listrik Lebih Diminati di Jakarta Dibanding Hybrid
Beberapa perkembangan investasi yang disampaikan Airlangga antara lain:
-
BYD merealisasikan 90% dari investasi Rp11,2 triliun dengan kapasitas 150 ribu unit per tahun.
-
Chery menambah investasi Rp5,2 triliun, menargetkan 2–3 merek hingga 2030.
-
Wuling berinvestasi Rp9,3 triliun untuk otomotif dan Rp7,5 triliun untuk pabrik baterai.
-
VinFast masuk dengan investasi Rp3,7 triliun dan kapasitas 50 ribu unit per tahun.
-
Hyundai menambah investasi hingga Rp20 triliun.
Pemerintah sebelumnya memberikan bebas bea masuk dan sejumlah pembebasan pajak untuk impor CBU mobil listrik.
Namun mulai 1 Januari 2026, produsen wajib melakukan perakitan lokal setara jumlah unit impor dengan syarat TKDN minimal 40%. Kebijakan ini berlaku hingga 2027.
Sumber: Fajarharapan.id










