Dia juga menambahkan bahwa SILAGA dilengkapi fitur pencarian, filter data berdasarkan komite maupun organisasi, serta halaman publik untuk memudahkan masyarakat melihat profil atlet daerah.
“Masyarakat juga berhak mengetahui siapa atlet daerahnya. Transparansi ini penting agar dukungan publik terhadap dunia olahraga semakin kuat,” ujarnya.
Selain sebagai alat inventarisasi, DOD 2025 diproyeksikan menjadi peta arah olahraga Kota Banjarmasin, mulai dari identifikasi cabang potensial, kebutuhan pelatih, hingga strategi mencetak atlet berdaya saing nasional.
Menurutnya, tanpa data yang akurat, pemerintah akan kesulitan menyusun kebijakan jangka panjang. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan diminta aktif mengisi database SILAGA di alamat silaga.banjarmasinkota.go.id.
“Transformasi digital ini bukan sekadar proyek aplikasi. Ini adalah investasi masa depan. Jika kita ingin melahirkan juara, kita harus memulai dari pembenahan data,” tukasnya.
Kalimantanlive.com/medcentbjm









