Foto itu kemudian diunggah ke status WhatsApp, lalu menyebar luas tanpa ada pihak yang melakukan verifikasi.
Akibatnya, petugas Damkar dan para relawan bergerak cepat menuju lokasi yang ternyata tidak mengalami kebakaran sama sekali.
BACA JUGA: Pemkab Tala Salurkan Beasiswa Pendidikan Agama ke Luar Negeri, Bupati: “Kalian Orang Terpilih”
Sebagai bentuk tanggung jawab, ketiga pemuda tersebut dibawa ke Polsek Pelaihari pada pukul 22.15 WITA untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Mereka juga menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui video kepada petugas Damkar, relawan, dan seluruh masyarakat Tanah Laut, serta menyatakan tidak akan mengulangi perbuatannya.
Sekitar pukul 22.30 WITA, situasi kembali kondusif dan seluruh petugas pun kembali ke pos masing-masing.
Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy melalui Kapolsek Pelaihari IPTU Beny menegaskan pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi.
“Polres Tanah Laut mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial. Jangan mudah percaya apalagi menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Hoaks bisa memicu kepanikan, membuang sumber daya, dan berujung pada konsekuensi hukum,” ujarnya.







