Program-program unggulan yang dilaksanakan meliputi Pencapaian 100 Persen Universal Health Coverage (UHC), Pelayanan Homecare bagi masyarakat, Pemberian Bantuan Biaya Pendamping Pasien, Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), Layanan Public Safety Center (PSC) 119 sebagai pusat kegawatdaruratan, Pengembangan markas Kabupaten/Kota Sehat (KKS), Penambahan fasilitas posyandu 6 SPM serta Sekretariat dan Laboratorium MBG.
Selain itu, pada tahun 2025 ini tercatat ada sebanyak 12 inovasi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tabalong dan 178 inovasi dari Puskesmas yang diterapkan guna memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

Berdasarkan data implementasi per tanggal 28 November 2025 untuk pelayanan Homecare bagi masyarakat kumulatif sebanyak 17.520 pasien (85,77 persen) dari target 20.430 pasien untuk kategori lansia, disabilitas, penyandang stroke, balita, ibu hamil dan pelajar sesuai dengan program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.
UHC 100 persen yang sudah diterima masyarakat sebanyak 104.982 jiwa (100,59 persen) dengan sasaran dari jumlah penduduk pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tabalong dan data dinamis.
“UHC BPJS kita sudah 100 persen, malah sudah 100,59 persen, artinya targetnya ternyata bertambah,” kata Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani.
Selanjutnya, program Biaya Pendamping Pasien kelas III telah mencapai 2.798 pendamping yang masing-masing untuk di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Badaruddin Kasim Tanjung sebanyak 2.183 pendamping dengan total anggaran Rp831.200.000 dan Puskesmas rawat inap di Kelua, Haruai dan Muara Uya ada sebanyak 615 pendamping dengan anggaran Rp189.500.000.
Selain biaya pendamping pasien, Pemkab Tabalong juga mendaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk mendapatkan jaminan sosial kecelakaan kerja dan kematian bagi rentan miskin, pekerja rentan yang meliputi penggiat agama, buruh tani, petani, peternak, pekebun, kuli bangunan, tukang ojek, pedagang, buruh harian dan pekerja informal lainnya.

Setidaknya ada sebanyak 24.800 atau 100 persen yang telah dibayarkan premi iuran BPJS Ketenagakerjaan tahap I sampai tahap IV dengan total anggaran sebesar Rp2,32 miliar.
“Ini sangat luar biasa, 24.800 orang sudah tercover, tahun depan dinaikkan menjadi 30.000 untuk rencana kami ke depan,” lanjut sosok yang akrab disapa H Fani ini.
Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) untuk masyarakat umum dan anak sekolah sampai tanggal 4 November 2025 mencapai 13.506. Berkat capaian tersebut Tabalong menerima penghargaan Terbaik II Bidang Kesehatan atas Capaian PKG Gartis Tertinggi Se-Kalimantan Selatan.
“Semoga semangat kolaborasi, sinergi dan inovasi terus menjadi landasan dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan derajat kesehatan masyarakat menuju Tabalong Pasti Sehat dan Smart,” tambah Plt Kepala Dinkes Tabalong, H Husin Ansari.







