Dirinya menegaskan bahwa pemerintah kota ingin menghadirkan rasa aman bagi ASN yang telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk pelayanan publik.
“Pemerintah punya tanggung jawab moral. Mereka telah membangun kota ini bertahun-tahun, jadi sudah seharusnya kami mempersiapkan masa depan mereka dengan baik,” tutup Totok.
Para peserta juga mendapatkan sudut pandang berbeda melalui dua narasumber tambahan. H. Mahyuni, MT, yang merupakan nasabah pensiun BSI dan membagikan pengalamannya tentang dinamika pengelolaan keuangan setelah purnatugas.
“Transisi pensiun itu tidak mudah. Tapi dengan perencanaan sejak jauh hari, kita bisa tetap produktif dan tenang,” ungkap Mahyuni.
Kemudian di sisi lain, perwakilan ritel modern, Rizky Indogrosir, memberikan perspektif peluang usaha bagi pensiunan yang ingin tetap berkegiatan dan memperoleh penghasilan sampingan.
Kegiatan sosialisasi pun berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang banyak membahas simulasi keuangan keluarga, strategi menjaga likuiditas, hingga cara mengantisipasi risiko kesehatan dan ekonomi pasca-pensiun. BKD Diklat berharap edukasi seperti ini tidak hanya berdampak pada individu ASN, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas sosial secara lebih luas.
Kalimantanlive/Medcentbjm







