BANJARMASIN, Kalimantanlive.com – Sebagai bagian dari peringatan Hari Ibu ke-97, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAPKB) Provinsi Kalimantan Selatan berkolaborasi dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kalsel menggelar Seminar Deteksi Dini Kanker Payudara.
Kepala DPPPAPKB Kalsel, Husnul Hatimah, menegaskan pentingnya kesehatan perempuan sebagai pilar keluarga dan masyarakat.
BACA JUGA: Pemprov Kalsel Kirim 9 Tagana dan Satgas Pramuka Peduli ke Sumatera Barat
Ia menyampaikan bahwa kanker payudara masih menjadi ancaman utama bagi perempuan Indonesia, dengan lebih dari 65.000 kasus baru setiap tahun berdasarkan data Kemenkes RI 2024.
Di Kalsel, tren peningkatan kasus juga menuntut edukasi dan kesadaran lebih masif.
Husnul menekankan bahwa deteksi dini mampu meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan.
Pemeriksaan mandiri dan pemeriksaan klinis, katanya, dapat menekan risiko kanker stadium lanjut hingga 50 persen. Ia mengajak seluruh anggota DWP menjadi agen informasi bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
“Jika perempuan sehat, maka pondasi keluarga akan lebih kuat dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujarnya.
Ketua DWP Kalsel, Masrupah Syarifuddin, juga menyampaikan bahwa pemahaman terhadap metode deteksi dini—mulai dari SADARI, pemeriksaan klinis, hingga USG atau mamografi—sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan.







