BANJARMASIN, Kalimantanlive.com– Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar rapat dengar pendapat dengan Dinas PUPR membahas berbagai aspek terkait pembangunan Stadion Internasional di Banjarbaru yang akan dimulai pada tahun 2026.
Dalam RDP terungkap, proyek yang merupakan bagian dari misi Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel H Muhidin-Hasnurya saat kampanye lalu, diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 1 triliun. Pembangunan stadion tersebut rencananya akan dimulai pada tahun 2026.
Ketua Komisi III DPRD Kalsel Mustaqimah, mengatakan poin pertama adalah koordinasi dengan pihak bandara terkait jarak aman dengan stadion.
BACA JUGA: Anggota DPRD Kalsel Mahendra Ajak Warga Ciptakan Rasa Aman dan Perkuat Toleransi di Tanah Bumbu
Dari pihak bandara, lanjut dia, dijelaskan bahwa ketentuan jarak aman itu kurang lebih 15 km, meskipun ada pengaturan radius tertentu.
“Kemudian kami menanyakan hal tersebut ke PUPR. Dari PUPR disampaikan bahwa jarak antara bandara dan lokasi stadion yang direncanakan adalah sekitar 6 km. Rencananya mereka akan mengadakan FGD atau rapat lanjutan untuk memastikan apakah pembangunan bisa dilaksanakan tanpa kendala,” ujar Mustaqimah di Banjarmasin, Selasa (9/12/2025) sore.
Untuk aspek ketinggian bangunan dan tata ruang, pihak PU menyatakan semuanya aman dan tidak ada masalah. Yang masih perlu dikaji adalah soal jarak tadi, namun nanti akan dibahas lebih detail melalui kolaborasi lanjutan antara pihak terkait.
“Terkait titik lokasi tepatnya, tadi sebenarnya sudah dipaparkan, tetapi saya kurang mengetahui detail pastinya. Sepertinya berada di sebelah kiri area setelah lampu merah, namun saya tidak bisa memastikan. Untuk lokasi dan koordinat yang lebih akurat, silakan ditanyakan langsung ke Dinas PU,” jelasnya.
Untuk luas lahan, totalnya kurang lebih 100 hektare dan akan dibangun secara bertahap melalui skema multiyears. Pendanaannya juga bertahap sesuai progres pembangunan.







