JAKARTA, Kalimantanlive.com – Bank Tabungan Negara (BTN) menyalurkan 8.913 unit rumah rendah emisi karbon sepanjang 2025.
Rumah-rumah tersebut menggunakan material ramah lingkungan berbasis 15 persen bahan daur ulang, yang akan terus ditingkatkan ke depannya.
BACA JUGA: BTN Catat Pertumbuhan Kredit 8,02 Persen, Tembus Rp385,59 Triliun per Oktober 2025
Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu, menyampaikan hal itu saat kuliah umum mengenai pembiayaan hijau di Universitas Udayana, Badung, Bali.
Distribusi & Pengembang
Rumah rendah emisi tersebut dikembangkan oleh 19 pengembang di wilayah:
- Jabodetabek
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
Wilayah ini menjadi fokus karena produsen material ramah lingkungan masih banyak terkonsentrasi di sana.
Nilai Pembiayaan & Dampak Lingkungan
- Total pembiayaan: ± Rp2,7 triliun
- Sampah plastik didaur ulang: 53.478 kg
- Pengurangan emisi karbon: 144,39 ton CO₂, setara menanam 2.407 pohon
Material daur ulang tersebut diolah menjadi bata, paving, batako, hingga genteng.
Program 2025–2029
BTN menargetkan pembangunan 150.000 rumah rendah emisi dengan 30 persen material ramah lingkungan hingga tahun 2029.










