KALIMANTANLIVE.COM – Jepang kembali berada dalam mode siaga penuh setelah gempa besar berkekuatan Magnitudo 7,5 mengguncang wilayah utara pada Senin (9/12/2025) malam. Pemerintah langsung mengeluarkan peringatan megaquake, sinyal ancaman gempa raksasa berkekuatan M 8 atau lebih yang berpotensi terjadi sebagai gempa susulan.
Ancaman Megaquake: “Kemungkinan, Bukan Prediksi, Tapi Tetap Berbahaya”
# Baca Juga :Putin Beri Sinyal Dukungan Besar! Rusia Siap Dampingi Prabowo Bangun Teknologi Nuklir Indonesia
# Baca Juga :Baru 9 Bulan Jadi Bupati, Ardito Wijaya Terseret OTT KPK: Dari Dokter Teladan ke Jerat Suap RAPBD
# Baca Juga :Putin Sambut Indonesia Gabung BRICS: Ajak Kerja Sama Besar-Besaran dari Pertahanan hingga Pangan!
# Baca Juga :Hasil Lengkap & Klasemen Liga Champions 2025-2026: Duo Inggris Perkasa di Tandang, Madrid Tumbang di Bernabeu!
Menurut laporan NHK, otoritas Jepang mengingatkan bahwa gempa susulan berpotensi muncul di sepanjang Palung Jepang hingga Palung Chishima di lepas pantai Hokkaido — kawasan rawan gempa paling aktif di dunia.
Morikubo Tsukasa, Direktur Manajemen Bencana Kantor Kabinet, menegaskan bahwa pola global menunjukkan peluang terjadinya gempa berskala raksasa. Ia menekankan bahwa masyarakat harus bersiap menghadapi segala kemungkinan.
“Ini bukan ramalan, tapi potensi nyata berdasarkan data,” ujarnya.
Warga Diminta Waspada hingga Pekan Depan
Peringatan darurat ini mencakup area luas — dari Hokkaido hingga Prefektur Chiba.
Belum ada perintah evakuasi wajib, namun pemerintah mendesak warga untuk:
Memeriksa jalur evakuasi,
Mengamankan perabot rumah,
Menyiapkan tas darurat: air, makanan, lampu, hingga toilet portabel.
Warga diminta tetap waspada setidaknya hingga satu pekan ke depan.
Detik-detik Gempa M 7,5 Mengguncang Jepang
Gempa kuat terjadi pukul 23.15 waktu setempat, berpusat di lepas timur Prefektur Aomori, pada kedalaman 54 km.
Kota Hachinohe mencatat intensitas getaran lebih dari 6 pada skala intensitas Jepang — level yang membuat sulit berdiri di dalam gedung.
Dampak awal gempa:
33 orang terluka di Hokkaido, Aomori, dan Iwate
Bangunan tinggi bergoyang lama dan kuat
Warga panik berhamburan keluar rumah
Peringatan Tsunami Dicabut, Namun Risiko Belum Berakhir
Awalnya, otoritas Jepang mengeluarkan peringatan tsunami untuk Iwate, sebagian Hokkaido, dan Aomori. Gelombang tsunami kecil setinggi hingga 70 sentimeter tercatat di beberapa titik.
Semua peringatan tsunami dan darurat baru dicabut pada Selasa (10/12/2025) pukul 06.20 waktu setempat.
Namun ancaman megaquake membuat warga masih dalam kondisi tegang.
Jepang Tetap Siaga — Risiko Megaquake Bisa Terjadi Kapan Saja
Para ahli mengingatkan bahwa gempa besar sering kali diikuti oleh aktivitas susulan yang lebih kuat. Dengan adanya potensi M8, Jepang kini kembali memasuki periode kewaspadaan tinggi.
(kalimantanlive.com/berbagai sumber)
editor : TRI









