JAKARTA, Kalimantanlive.com – Industri sepeda motor Indonesia sepanjang 2025 masih menghadapi tekanan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Meskipun penjualan relatif stabil, berbagai faktor seperti perlambatan ekonomi dan pengetatan pembiayaan membuat pasar roda dua sulit tumbuh sesuai harapan.
BACA JUGA: Polytron Fox 350 vs Honda PCX 160: Duel Panas Motor Listrik vs Skutik Premium, Siapa Jawaranya?
Penjualan Baru Tembus 5,9 Juta Unit
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menargetkan penjualan nasional tahun ini berada di kisaran 6,4–6,7 juta unit. Namun, hingga November 2025 distribusi baru mencapai 5.950.844 unit, sehingga masih terpaut cukup jauh dari target maksimal.
Astra Honda Motor (AHM) memperkirakan performa pasar tahun ini tidak jauh berbeda dengan 2024. Dengan sisa waktu penjualan yang hanya satu bulan, peluang mengejar pertumbuhan signifikan dinilai sangat kecil.
“Total pasar tampaknya kembali berada di sekitar 6,4 juta unit, mirip dengan tahun lalu. Kalaupun meningkat, hanya sedikit,” ujar Octavianus Dwi, Marketing Director AHM, di Cikarang, Jawa Barat.
Ia menambahkan, lambatnya pemulihan ekonomi menjadi salah satu pemicu pertumbuhan pasar yang tertahan. Meski ada potensi peningkatan di akhir tahun, lonjakannya diperkirakan tidak signifikan.







