DPRD DKI Jakarta juga menjelaskan penerapan prosedur penegakan disiplin anggota yang mengedepankan asas keadilan, akuntabilitas, dan profesionalitas.
“Hari ini kami mengunjungi DPRD DKI Jakarta untuk mengamati dan belajar mengenai fungsi serta tugas anggota dewan sebagaimana kami menjalankannya di Kalsel. Kebersamaan ini penting agar kami dapat mengadopsi praktik terbaik dari berbagai daerah, termasuk pembelajaran dari sejumlah kasus yang mereka tangani, sehingga dapat kami terapkan di DPRD Kalsel,” jelas H. M. Rosehan Noor Bahri.
BACA JUGA: DPRD Kalsel Dorong Tanah Bumbu Kembangkan Sentra Kelapa Genjah di Satui Seluas 300 Hektare
Sementara itu, kunjungan ke DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan perspektif tambahan mengenai penerapan nilai-nilai etik dalam lingkungan legislatif daerah yang memiliki karakteristik kultural yang kuat.
Diskusi antara kedua pihak mencakup berbagai aspek, mulai dari proses mediasi, pembinaan etik, hingga strategi peningkatan citra lembaga di mata masyarakat.
Dari rangkaian kegiatan tersebut, BK DPRD Kalsel memperoleh informasi komprehensif mengenai tata kelola penegakan kode etik, mulai dari strategi penyelesaian pelanggaran, sistem administrasi penanganan kasus, hingga metode pembinaan berkelanjutan bagi anggota DPRD.
Selain itu, sejumlah rekomendasi strategis berhasil disusun untuk diterapkan dalam rangka meningkatkan profesionalitas dan efektivitas BK DPRD Kalsel.
Kunjungan ini juga mempererat hubungan kelembagaan antara DPRD Kalsel, DPRD DKI Jakarta, dan DPRD DIY melalui komunikasi yang konstruktif, pertukaran gagasan, serta komitmen bersama dalam menjaga integritas lembaga legislatif.








