Triwulan III 2025, OJK Laporkan Kinerja Lembaga Jasa Keuangan di Kalsel Stabil, Risiko Tetap Terkendali

Perbankan Syariah Tetap Ekspansif

Kinerja perbankan syariah turut mencatatkan pertumbuhan. Aset perbankan syariah meningkat 5,07 persen (yoy) menjadi Rp12,49 triliun. Pembiayaan tumbuh 8,14 persen (yoy) menjadi Rp9,11 triliun.

Sementara itu, DPK perbankan syariah mengalami kontraksi 2,44 persen (yoy). Namun likuiditas tetap solid dengan rasio 96,36 persen dan NPF gross berada pada level rendah 2,06 persen.

Pasar Modal Semakin Bergairah

Kinerja pasar modal regional tetap positif. Nilai kepemilikan saham masyarakat Kalsel pada Agustus 2025 meningkat 33,42 persen (yoy) menjadi Rp114,13 triliun. Nilai transaksi saham tumbuh signifikan 72,25 persen (yoy).

Jumlah investor beridentitas Single Investor Identification (SID) bertambah menjadi 210.338 orang, atau naik 23,49 persen (yoy).

IKNB Tumbuh Stabil, Fintech Menguat

Industri  Keuangan Non-Bank (IKNB) juga berada dalam jalur pertumbuhan positif.

Perusahaan Pembiayaan: penyaluran pembiayaan tercatat Rp11,93 triliun, sedikit terkontraksi 1,53 persen (yoy). NPF terjaga pada 1,76 persen. Pembiayaan terbesar disalurkan ke sektor Pertambangan dan Penggalian (Rp3,14 triliun).

  • Modal Ventura: pembiayaan tumbuh 8,83 persen (yoy) menjadi Rp92 miliar.
  • Dana Pensiun: aset bersih meningkat 9,81 persen (yoy) menjadi Rp372 miliar.
  • Pinjaman Daring (Pindar): outstanding pembiayaan naik signifikan 40,51 persen menjadi Rp958 miliar, dengan tingkat risiko kredit (TWP90) sebesar 2 persen.
  • Pergadaian: mencatat pertumbuhan 61,59 persen (yoy) per Mei 2025, dengan risiko kredit tetap terkelola.