JAKARTA, KALIMANTANLIVE.COM – Bencana alam yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir telah menyebabkan kerusakan besar pada pemukiman warga, khususnya banjir yang melanda pulau Sumatra.
Banyak keluarga kehilangan tempat tinggal serta menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka seperti sandang dan pangan.
#Baca Juga :Ayo Buruan, Temukan Cerita Liburan Akhir Tahun di Archipelago Hotels
#Baca Juga :Pembangunan Aston Cibinong Resort & Convention Center dan Harper Cibinong-Bogor Resmi Dimulai
#Baca Juga :Quest Hotels Jadi Pilihan Fleksibel Bagi Keluarga, Bisnis dan Solo Traveller
Banjir tersebut melanda 52 Kabupaten Kota, lebih dari 150 ribu rumah dan 800 ribu orang terdampak. Bencana yang terjadi di tiga provinsi tersebut juga merusak beberapa fasiltas umum seperti jembatan, jalan lintas provinsi, hingga rumah sakit.
Archipelago, manajemen hotel terbesar di Asia Tenggara, turut menyalurkan bantuan tanggap darurat dengan total Rp360 juta untuk masyarakat yang terdampak bencana alam di Sumatra dalam bentuk logistik bantuan kemanusiaan, Sabtu (13/12/2025).

Bantuan tanggap darurat tersebut disalurkan dengan dukungan penuh dari tiga unit hotel Archipelago di Sumatra yaitu Harper Wahid Hasyim Medan, Fave Hotel S Parman Medan dan Fave Hotel Olo Padang yang tidak hanya membantu proses distribusi, tetapi juga sebagian karyawannya merasakan langsung dampak bencana alam yang terjadi.
Penyaluran dilakukan bersama satgas tanggap darurat di posko-posko setempat, memastikan bahwa bantuan dapat menjangkau masyarakat dan para karyawan hotel yang membutuhkan dengan cepat, tepat sasaran dan penuh kepedulian.
Sebagai bentuk komitmen dan empati,CEO Archipelago, John Flood menyampaikan rasa prihatin atas dampak bencana banjir yang dialami masyarakat Sumatra yang terdampak.
“Archipelago berusaha untuk selalu hadir dan memberikan dukungan bagi mereka yang sedang menghadapi masa sulit. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban para korban dan mendukung percepatan pemulihan di wilayah terdampak. Harapan kami, situasi dapat segera membaik sehingga masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan normal,” kata John.









